Pecahnya Kepercayaan, Sikap Tegas Unpad dan RSHS
FK Unpad dan RSHS pun buka suara. Dekan FK Unpad, Yudi Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras kejadian ini. Priguna langsung diberhentikan dari program PPDS. “Kami berkomitmen mengawal proses ini secara tegas, adil, dan transparan,” tegasnya. Ia juga memastikan korban mendapat pendampingan dan perlindungan yang layak, baik dari kepolisian maupun institusi pendidikan.
Namun, luka yang ditinggalkan tak bisa semudah itu sembuh. Kepercayaan publik terhadap dunia medis, terutama di ruang-ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman, kini kembali tercoreng.
Seorang yang dididik untuk menyelamatkan nyawa justru mematikan rasa aman. Priguna telah berubah dari calon dokter spesialis menjadi simbol kegagalan moral di dunia medis. Dan malam itu di tengah bau alkohol medis, suara monitor detak jantung, dan lampu putih rumah sakit seseorang telah kehilangan lebih dari sekadar rasa aman: ia kehilangan sebagian dari hidupnya.
Kini, publik menanti: apakah keadilan akan benar-benar ditegakkan, atau hanya akan menjadi babak kelam lain dalam kisah panjang kekerasan yang tak kunjung berhenti?













