Dampak konflik juga terasa di Lebanon. Antrean panjang terlihat di SPBU dan toko bahan pokok, sementara sejumlah penerbangan dibatalkan di Bandara Beirut. Warga khawatir konflik akan menyeret Hizbullah ke dalam perang terbuka dengan Israel.
Sebelumnya, Hizbullah menyebut pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai “garis merah”. Namun hingga kini kelompok tersebut belum mengumumkan keterlibatan langsung.
Di Yordania, serpihan rudal yang dicegat Israel dilaporkan jatuh di wilayah utara dan memicu kebakaran.
Negara-negara Teluk mengecam serangan yang menyasar wilayah mereka. Qatar menyebut serangan itu sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan menegaskan hak untuk membalas.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa target utama serangan adalah pangkalan militer Amerika Serikat, bukan negara-negara Teluk. Namun para analis memperingatkan bahwa meluasnya konflik dapat mengubah kawasan yang selama ini relatif stabil menjadi medan perang baru.
Eskalasi cepat ini menimbulkan kekhawatiran bahwa perang tidak lagi terbatas pada Iran dan Israel, tetapi berpotensi menyeret seluruh Timur Tengah ke dalam konflik berskala besar.













