DUBAI – Eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini meluas ke berbagai negara di kawasan Teluk. Sabtu waktu setempat, sebuah rudal dilaporkan menghantam hotel mewah di kawasan Palm Jumeirah, Dubai, memicu kebakaran dan melukai sedikitnya empat orang.
Rekaman yang beredar menunjukkan kobaran api di area depan hotel bintang lima tersebut. Warga mengaku panik karena wilayah udara ditutup dan aktivitas kota terganggu. “Kami tidak tahu harus ke mana. Semua orang bersiap untuk kemungkinan terburuk,” ujar seorang penduduk setempat.
Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Washington dan Tel Aviv melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap target-target di Iran. Pemerintah Amerika Serikat menyebut operasi itu sebagai “Operation Epic Fury”, yang ditujukan untuk menghantam fasilitas strategis Iran.
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan ke sejumlah titik yang diduga terkait kepentingan militer Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
Di Bahrain, sebuah drone menghantam gedung bertingkat dan menyebabkan kebakaran besar. Laporan lain menyebut fasilitas keamanan nasional dan pangkalan militer AS di negara itu turut menjadi target.
Di Kuwait, drone dilaporkan jatuh di bandara utama dan melukai beberapa pekerja. Sementara di Irak, pangkalan kelompok milisi pro-Iran, termasuk Kataeb Hezbollah, menjadi sasaran serangan balasan yang menewaskan sedikitnya dua anggota kelompok tersebut.
Kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran, termasuk milisi di Irak dan Houthi di Yaman, menyatakan kesiapan mereka untuk memperluas serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.













