“Bagaimana mungkin seorang gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat justru ingin memecah belah masyarakatnya sendiri? Tuduhan seperti ini tidak rasional. Bisa jadi ini muncul dari pihak-pihak yang belum bisa menerima realitas politik,” ujarnya.
La Ode Tuangge juga menekankan bahwa saat ini Gubernur Andi Sumangerukka tengah fokus menjalankan agenda pembangunan daerah, termasuk membenahi berbagai sektor yang sebelumnya belum tertangani secara optimal, agar Sulawesi Tenggara dapat sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
“Yang dilakukan Gubernur saat ini adalah bekerja dan membangun. Fokusnya adalah memperbaiki Sulawesi Tenggara, bukan menciptakan perpecahan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran narasi yang tidak berbasis fakta serta tidak dilandasi data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kritik, menurutnya, harus disampaikan secara rasional, beretika, dan bertujuan untuk perbaikan, bukan untuk memprovokasi atau memperkeruh suasana.
“Sudah saatnya ruang publik diisi dengan diskursus yang sehat, bukan tuduhan tanpa dasar,” pungkasnya.












