Ketegangan Trump-Musk Picu Kekhawatiran Pemangkasan Anggaran NASA

Anggaran juga mencakup rencana penghentian pengembangan roket Space Launch System (SLS) yang dinilai terlalu mahal, dengan biaya hingga $4,1 miliar per peluncuran. Sebagai gantinya, pemerintah berharap roket Starship dari SpaceX atau New Glenn milik Blue Origin dapat mengambil alih. Namun, belum adanya jaminan dari kedua perusahaan tersebut menimbulkan risiko besar.

Kekhawatiran juga datang dari komunitas internasional. ESA berpotensi kehilangan akses ke ISS dan Lunar Gateway stasiun luar angkasa multinasional di orbit Bulan jika NASA menarik dukungan. “Ini bisa menjadi peluang bagi Eropa untuk membangun kemandirian, tapi dalam jangka pendek, ini kerugian besar,” ujar Prof Sir Martin Sweeting dari Surrey Satellite Technology Ltd.

Selain eksplorasi planet, program pengamatan Bumi dari luar angkasa juga terancam. Dr Baker menyebutnya sebagai “sistem peringatan dini perubahan iklim” yang vital bagi masa depan planet ini. “Menonaktifkan satelit-satelit ini sama dengan mematikan radar sebelum badai datang.”

Di tengah gejolak politik, banyak anggota Kongres dari Partai Republik dilaporkan diam-diam menyatakan penolakan terhadap pemotongan ini. Namun, kebuntuan politik bisa menyebabkan anggaran minimum dari Gedung Putih diberlakukan sementara sebuah kondisi yang bisa menjadi permanen jika misi yang dihentikan tidak bisa dihidupkan kembali.

Ketidakpastian ini menciptakan momen krusial bagi masa depan eksplorasi antariksa dunia. Sementara AS berisiko kehilangan posisi dominannya, dunia kini menanti apakah komunitas internasional, termasuk Eropa dan sektor swasta, siap mengisi kekosongan yang ditinggalkan NASA.

Baca juga:  Rusia dan Ukraina Saling Serang Beberapa Jam setelah Panggilan Putin-Trump

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *