Kecewa dengan Susunan Kabinet, Wakil Presiden Iran Muhammad Javad Zarif Memundurkan Diri

Wakil Presiden Iran Muhammad Javad Zarif

Dia mengaku malu karena tidak dapat mewujudkan keberadaan sejumlah perempuan, pemuda, dan perwakilan kelompok-kelompok etnik ke dalam kabinet pemerintahan Iran seperti yang telah dia janjikan. 

Pezeshkian pada Minggu kemarin mempresentasikan kabinetnya, yang di dalamnya termasuk seorang perempuan, ke Parlemen Iran untuk disetujui. Daftar yang diusulkan itu mendapat kritik dari beberapa kalangan di kubu reformis Iran, termasuk kritik atas dimasukkannya sejumlah tokoh konservatif dari pemerintah almarhum Presiden Ebrahim Raisi.

Zarif mengatakan dia juga menghadapi tekanan pascapengangkatannya sebagai wakil presiden karena anak-anaknya memegang kewarganegaraan AS.

Undang-undang Iran yang diberlakukan pada Oktober 2022 melarang orang-orang yang memiliki kewarganegaraan ganda memperoleh pekerjaan atau menduduki jabatan yang sensitif di pemerintahan. Aturan itu juga berlaku bagi mereka yang memiliki anak-anak atau pasangan dengan kewarganegaraan ganda.

Baca juga:  Rakyat AS Turun ke Jalan, Teriakkan “Trump Harus Pergi” Usai Serangan ke Iran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *