Teheran— Wakil Presiden Iran Muhammad Javad Zarif mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar tersebut datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel akibat pembunuhan pemimpin Hamaz Ismail Haniyeh.
Saya mengundurkan diri dari posisi wakil Presiden untuk urusan strategis pekan lalu,” tulis Zarif di X.
Dilansir dari AFP, Zarif adalah mantan menteri luar negeri Iran. Salah satu peran diplomasi yang pernah dia mainkan adalah menegosiasikan kesepakatan nuklir pada 2015 dengan para kekuatan utama dunia (AS, Inggris, Prancis, Rusia, China, plus Jerman) dan Uni Eropa.
Pengunduran diri Zarif terjadi kurang dari dua minggu setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang baru terpilih menunjuknya sebagai wakil presiden.
Ada beberapa alasan untuk pengunduran dirinya, terutama kekecewaannya dengan susunan kabinet beranggotakan 19 orang yang baru diusulkan.












