• Krisis Iklim: Rekor suhu global yang terus meningkat, bencana alam yang semakin parah, serta kegagalan negara-negara besar dalam mencapai target pengurangan emisi karbon.
• Ancaman Biologis: Risiko pandemi baru serta penggunaan teknologi biologis untuk kepentingan militer atau destruktif.
Sejarah Perubahan Jam Kiamat
Jam Kiamat pertama kali dibuat pada tahun 1947 dengan posisi awal 7 menit sebelum tengah malam. Sejak saat itu, posisinya terus berubah, mencerminkan kondisi global.
• 1991 – Rekor terjauh dari tengah malam, 17 menit, setelah berakhirnya Perang Dingin dan kesepakatan pengurangan senjata nuklir antara AS dan Uni Soviet.
• 2020 – Berkurang menjadi 100 detik, akibat ketegangan politik global dan krisis iklim.
• 2023-2024 – Jam Kiamat mencapai 90 detik menuju tengah malam, rekor terdekat sepanjang sejarah, mencerminkan ancaman perang nuklir, AI, dan perubahan iklim.
Dunia Harus Berbuat Sesuatu
Para ilmuwan BAS menekankan bahwa posisi Jam Kiamat bukanlah ramalan, tetapi peringatan bagi dunia. “Kita masih punya waktu untuk mencegah kehancuran global, tetapi itu membutuhkan kerja sama dunia dalam menurunkan ketegangan, mengendalikan teknologi, dan melindungi lingkungan,” ujar Bronson.
Kini, semua mata tertuju pada keputusan para ilmuwan: apakah dunia akan semakin mendekati titik kritis, atau ada harapan untuk menjauhi kehancuran? Jawabannya menjadi refleksi bagi kita semua.













