Seluruh materi yang disampaikan tersebut memberikan gambaran komprehensif bahwa tantangan pembangunan Tahun 2025 semakin kompleks, mulai dari dinamika fiskal daerah, tuntutan peningkatan kualitas layanan publik, percepatan transformasi digital, hingga penegakan integritas dalam birokrasi. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diajak untuk kembali meneguhkan komitmen dan meningkatkan kapasitas masing-masing dalam mengelola urusan pemerintahan di instansi yang dipimpin.
“Personal reflection yang kita lakukan bukan sekadar evaluasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi, memperbaiki kelemahan internal, serta merumuskan strategi yang lebih adaptif terhadap perubahan. Kita harus memastikan bahwa kebijakan pusat dan daerah dijalankan secara terintegrasi, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.
Sejalan dengan itu, Sekda Sultra menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, keselarasan perencanaan dan penganggaran antara provinsi dan kabupaten/kota, serta penerapan prinsip kerja yang berorientasi pada hasil (result-based). Tahun 2025 dinilai sebagai tahun strategis menuju percepatan pembangunan daerah, sehingga seluruh perangkat daerah harus bergerak secara serentak, sistematis, dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Sultra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan perspektif strategis, serta kepada BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara selaku penyelenggara yang telah mempersiapkan kegiatan ini secara terencana dan berkualitas. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif, pemikiran kritis, dan komitmen yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.
“Semoga hasil Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah ini menjadi pendorong bagi peningkatan kinerja pemerintahan dan percepatan pembangunan daerah di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara,” tutup Sekda Sultra.













