KENDARI – Wacana Rotasi pergantian Ketua DPRD Sulawesi Tenggara La Ode Tariala kini hangat menjadi perbincangan di ruang publik serta sorotan di beberapa kalangan. Isu demikian, pasca DPW Partai Nasdem Provinsi Sulawesi tenggara, secara resmi mengusulkan Syahrul said sebagai Ketua DPRD Sultra menggantikan La Ode Tariala.
Usulan itu diketahui lewat surat yang beredar bernomor 134 – SI/DPW Nasdem/ Sultra/X/2025 pada tanggal 30 Oktober 2025. Surat yang ditandatangani Ketua DPW Partai Nasdem Sultra Ali Mazi dan Sekretarisnya Muh. Tahir La Kimi meminta pergantian Ketua DPRD dan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sultra.
Eks Ketua Gerakan Mahasiwa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari, Rasmin Jaya ikut angkat bicara terkait wacana rotasi Ketua DPRD Sulawesi Tenggara La Ode Tariala. Baginya, proses pergantian pucuk pimpinan DPRD Sultra tersebut dinilai janggal dan sangat bermuatan kepentingan segelintir pihak.
”Bagi kami sebagai pemuda melihat proses pergantian ketua DPRD tidak berdasar sebab prospek kerja yang di lakukan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara La Ode Tariala sudah cukup maksimal serta selalu terbuka dengan semua kalangan yang ingin menyampaikan aspirasi,” ucapnya, Rabu, 26/11/2025.
Ia membeberkan, jika salah satu yang menjadi alasan rotasi adalah kinerja maka itu sangat bertolak belakang dengan apa yang di lakukan oleh La Ode Tariala selama ini. Ia cukup pro aktif dalam menyerap setiap saran, masukan bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
Meski ia bukan satu satunya pemegang otoritas untuk mengambil sebuah keputusan dalam penyelesaian masalah tetapi dengan langkah konkret yang di ambil selama ini cukup menunjukkan sebuah ketulusan, keseriusan dan komitmen untuk menjalankan amanah rakyat.
”Kita pikir, bukan hanya La Ode Tariala hari ini yang menjadi sorotan atas rotasi pimpinan DPRD Sultra, tetapi gonjang ganjing ini ikut menjadi gempa politik di internal partai Nasdem bahkan di DPRD Sulawesi Tenggara yang berjumlah 45 orang,” Tegasnya.
Ia tidak hanya akan terjadi kepada La Ode Tariala tetapi ini menyangkut kredibilitas, integritas, dan marwah Partai Politik Nasdem serta institusi dan lembaga DPRD Sulawesi Tenggara yang selama ini kita nilai sebagai rumah rakyat dan saluran aspirasi. Mereka roll model dari perjuangan aspirasi rakyat.
”Harusnya tak bisa kita kesampingkan soal nilai, hanya karena kepentingan terselubung yang tidak menyangkut kepentingan rakyat secara umum,” Tegasnya.
Sebelumnya La Ode Tariala resmi dilantik pada Senin, 7 Oktober 2024 sebagai ketua DPRD Sulawesi Tenggara. Tentu kami menilai, di lantiknya bukan tanpa dasar tetapi melihat sepak terjang, track record, gebrakan, dan terobosan cukup menjadi penilaian yang cukup kongkret untuk menahkodai DPRD Sultra bahkan hari ini telah menjadi inspirasi untuk generasi muda atas pencapaian selama ini.
Berkat perjuangan, dan doa serta dukungan, ia mampu membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Ia menjadi wakil rakyat dengan latar belakang anak petani, sesuatu yang jarang ditemui di kursi-kursi legislatif. Dan itu kami apreasiasi sebagai generasi muda.
Meski demikian, Rasmin Jaya ini merasa khawatir akan adanya wacana proses pergantian ketua DPRD La Ode Tariala sebab ini akan memunculkan polarisasi dan chaos politik antar berbagai elemen dan simpatisan.












