Tercatat ada 20 unit alsintan yang masih diparkir di halaman rumah dinas bupati.
Diantaranya 5 unit traktor roda empat, 5 unit rotary, 2 unit combine ukuran besar, dan delapan 5 combine kecil.
Dalam video itu terlihat alsintan dengan beragam merek dan warna.
Kristina menegaskan agar distribusi dilakukan sesuai aturan dan transparan.
“Ini harus disalurkan kepada kelompok tani yang mengusulkan ke kementerian pertanian. Jangan salah digunakan, dan sampaikan ini diperjualbelikan. Ini hak milik kelompok tani yang sudah mengusulkan ke kementerian pertanian melalui dinas pertanian dan ketahanan pangan setempat,” ucapnya.
Alsintan yang diparkir di rumah dinas bupati menjadi perhatian publik dan petani. Mereka berharap alat segera disalurkan agar bisa dipakai untuk mendukung musim tanam yang sedang berjalan.
Sorotan terhadap persoalan ini juga datang dari Ketua Umum DPP AP2 Indonesia, Fardin Nage. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Sumba Barat Daya dalam mengawal distribusi alsintan tersebut.
Menurut Fardin, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam mengawasi penggunaan dan pengelolaan keuangan negara agar tetap transparan dan tepat sasaran.
“Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat dalam mengawasi keuangan negara, agar bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak,” ujarnya.
Fardin juga mengingatkan Bupati Sumba Barat Daya agar menjalankan kepemimpinan secara bijak dan tidak bersikap represif dalam menyikapi kritik publik.
Ia menegaskan bahwa pemimpin daerah harus terbuka terhadap masukan serta menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.
Sementara itu, Kristina Bili kembali menekankan agar alsintan tidak disalahgunakan, apalagi diperjualbelikan, karena merupakan hak kelompok tani yang telah melalui proses pengusulan resmi.
“Ini harus disalurkan kepada kelompok tani yang mengusulkan ke kementerian pertanian. Jangan salah digunakan, apalagi diperjualbelikan,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat dan petani setempat. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mendistribusikan alsintan tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan dalam mendukung musim tanam yang sedang berlangsung.













