Didatangi Sejumlah Orang, Calon Kades Masalili Dipaksa Tanda Tangan Pernyataan?

Karikatur

MUNA – Perlakuan tidak menyenangkan harus dialami salah satu Bakal Calon Kepala Desa (Kades) Antar Waktu Desa Masalili di tengah polemik tahapan Pilkades yang kini diketahui tengah bergulir di forum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna.

Hal itu dirasakan langsung La Ode Muhamad Supri usai dirinya belakangan diketahui menarik berkas pendaftaran sebagai bakal calon Kades disertai surat pernyataan sejak tanggal 24 Januari 2026 lalu.

Dalam pengakuannya pada media ini, sejumlah orang berbeda yang secara bergantian mendatangi kediamannya memaksa dia untuk mengakui ketidakbenaran penarikan berkas itu.

Supri yang merasa terintimidasi dengan kehadiran dan pertanyaan orang-orang itu, terpaksa mengikuti kemauan mereka.

“Benar, kemarin saya didatangi oleh satu orang, kemudian didatangi lagi dua orang berbeda. Mereka tanya kenapa saya tarik berkas. Karena tertekan, saya jawab saja kalau tidak tau apa-apa soal itu,” kata Supri, Sabtu (7/2/2026).

Barangkali tidak puas dengan sekedar jawaban lisannya, sejumlah orang yang lebih banyak kembali menyambangi kediamannya di Desa Liangkobori sejak petang hingga larut malam. Beruntung ia mengamankan diri lebih dulu dari berbagai tekanan dan gangguan tersebut.

“Sepertinya bukan panitia. Tapi kemarin sore mereka datang lagi dengan beberapa orang. Sampai menjelang tengah malam meraka masih baku jagakan saya di sana. Kemungkinan mereka mau paksa untuk tanda tangan surat pernyataan kalau saya tidak pernah menarik berkas pendaftaranku,” imbuhnya.

Meski begitu, Supri tidak menampik bahwa dirinya telah menarik seluruh berkas pendaftaran miliknya di tengah konflik internal penyelenggara.

Baca juga:  Pemkot Kendari Gelar Retret Kepemimpinan, Wagub Sultra Tekankan Transformasi Birokrasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *