BUMN Ambrol: Prabowo Didesak Copot Erick Thohir

Romadhon juga menyindir ketidakfokusan Erick pada tugas utamanya. “Menteri BUMN kok sibuk mengurusi sepak bola, sementara masalah besar seperti ini tidak terselesaikan,” ujar Romadhon dengan nada sarkastik. Ia mendesak agar Presiden Prabowo segera mengevaluasi kinerja Erick, menghapus rangkap jabatan di BUMN, dan memulai reformasi BUMN dari nol. “Ini ujian besar bagi janji perubahan Prabowo. Jika tidak segera ada langkah nyata, rakyat yang akan terus menanggung beban kerugian,” tegasnya.

Romadhon menyarankan agar transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama reformasi BUMN. “Pertamina hanyalah puncak gunung es. BUMN membutuhkan pembersihan total, dan Prabowo harus membuktikan komitmen anti-korupsinya dengan tindakan nyata,” pungkasnya.

Di tengah kondisi ini, pertemuan yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir dengan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin pada 1 Maret 2025, yang membahas kasus korupsi Pertamina, turut menambah ketegangan. Romadhon menyebutkan bahwa pertemuan ini memunculkan kecurigaan, mengingat Erick Thohir seharusnya menjadi pihak yang diperiksa, bukan justru melakukan rapat dengan Kejaksaan Agung. “Jika Menteri BUMN tidak diperiksa dalam kasus ini, berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan pertemuan ini,” kata Romadhon.

Sebagai penutup, Romadhon menekankan bahwa tanpa adanya perubahan besar dalam pengelolaan BUMN, kepercayaan publik terhadap pemerintah dan perusahaan negara akan semakin tergerus. Ia menyerukan kepada semua pihak untuk mendukung langkah-langkah reformasi yang harus dimulai dari evaluasi terhadap kepemimpinan Erick Thohir.

Baca juga:  Badan Industri Mineral Resmi Dibentuk, Brian Yuliarto Ditugaskan Kelola Material Strategis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *