Peluncuran album ini dinilai sebagai pendekatan edukatif yang inovatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kedaulatan negara.
Menanggapi hal tersebut, Andri menyampaikan dukungannya terhadap upaya Bank Indonesia dalam mengemas literasi Rupiah secara lebih inklusif dan adaptif dengan perkembangan zaman.
“Kampanye CBP Rupiah melalui musik adalah cara yang efektif menjangkau masyarakat luas. Ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antarbank dan regulator terus berjalan untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala KPwBI Sultra, Edwin Permadi, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode penting bagi penguatan digitalisasi sistem pembayaran di daerah. Ia menyebutkan bahwa BMPD Sultra telah menyiapkan peningkatan anggaran program kerja yang diproyeksikan mencapai Rp1,22 miliar.
“Kolaborasi dan kebersamaan menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan. Dengan program yang semakin masif, kami berharap digitalisasi dan literasi Rupiah di Sulawesi Tenggara dapat tumbuh lebih cepat dan merata,” ujar Edwin.
Kegiatan tersebut ditutup dengan dialog santai antar pimpinan perbankan sambil menikmati panorama matahari terbenam di Teluk Kendari, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mendorong penggunaan QRIS sebagai bagian dari percepatan transformasi ekonomi digital Sulawesi Tenggara.












