Dokter yang terbunuh itu ditemukan di ruang seminar rumah sakit pendidikan tempat dia bekerja dalam shift 36 jam. Autopsi mengonfirmasi adanya pelecehan seksual juga ditemukan adanya 150ml sperma di tubuhnya.
Asosiasi Medis India, (IMA), kelompok petugas medis terbesar di negara itu dengan 400.000 anggota, mengutuk kejahatan tersebut sebagai hal yang biadab. Selain itu, juga menyoroti kurangnya ruang aman bagi perempuan.
“Kami hanya ingin aman saat menjalankan tugas kami,” kata Sapna Rani, seorang dokter wanita berusia 27 tahun di ibu kota, New Delhi, yang ikut serta dalam aksi mogok tersebut.
Kisah miris Dokter Moumita ini viral di X sampai tagar #JusticeForMoumita menggema dan jadi trending topik.












