KENDARI – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Hendrawan Sainudin, mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Kendari menyusul berulangnya temuan telepon genggam di dalam lingkungan lapas.
Menurut Hendrawan, rentetan temuan handphone yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengawasan dan pengamanan di dalam lapas. Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa dan harus menjadi perhatian serius bagi jajaran pemasyarakatan.
“Berulangnya temuan handphone di dalam lapas menunjukkan bahwa masih terdapat kelemahan dalam sistem pengawasan yang harus segera dibenahi. Karena itu, kami mendesak Ditjenpas untuk melakukan evaluasi total terhadap Kalapas dan seluruh jajaran yang bertanggung jawab atas keamanan lapas,” tegas Hendrawan dalam keterangannya, Kamis, 25/6/2026.
Ia menilai evaluasi tersebut penting untuk mengungkap akar persoalan sekaligus memastikan sistem pengamanan berjalan sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Menurutnya, jika ditemukan adanya kelalaian maupun pelanggaran dalam pelaksanaan tugas, maka langkah tegas harus segera diambil.
Hendrawan juga meminta Ditjenpas untuk mempertimbangkan pergantian pimpinan Lapas Kelas IIA Kendari apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kegagalan dalam menjaga keamanan dan integritas lembaga.
