PAD Sultra Lampaui Rp1 Triliun, Visioner Indonesia: ASR Tunjukkan Kepemimpinan Berorientasi Hasil dan Kerja Nyata

KENDARI — Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Tenggara menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga 7 Agustus 2026, realisasi PAD Sultra telah mencapai Rp1.014.106.159.235 atau 72,96 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp1.389.956.045.987.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan kapasitas fiskal Sulawesi Tenggara. Visioner Indonesia melihat keberhasilan menembus angka Rp1 triliun tidak semata-mata sebagai capaian angka penerimaan, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya perhatian Pemerintah Provinsi Sultra terhadap optimalisasi potensi daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka (ASR).

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, mengatakan capaian tersebut patut mendapatkan apresiasi. Menurutnya, peningkatan PAD menunjukkan adanya keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sumber pembiayaan pembangunan dari potensi yang dimiliki Sulawesi Tenggara.

“Menembus Rp1 triliun bukan angka yang kecil. Ini menunjukkan bahwa potensi fiskal Sulawesi Tenggara sangat besar dan mulai dikelola secara semakin optimal. Tentu capaian ini patut diapresiasi, terlebih ada dorongan kuat dari Gubernur ASR agar setiap potensi pendapatan terus dievaluasi dan dioptimalkan,” ujar Akril.

Menurut Akril, salah satu hal yang menarik dari kepemimpinan ASR adalah penekanannya terhadap evaluasi dan pencapaian target secara terukur. Bagi Visioner Indonesia, pendekatan tersebut penting karena keberhasilan pemerintahan tidak cukup hanya dilihat dari program yang direncanakan, tetapi juga dari kemampuan memastikan target benar-benar terealisasi.

“Gubernur ASR menunjukkan bahwa target bukan sekadar angka di atas kertas. Ada evaluasi, ada pengawasan, kemudian ada upaya mencari ruang-ruang baru untuk meningkatkan pendapatan. Cara berpikir seperti ini penting untuk membangun pemerintahan yang berorientasi pada hasil,” katanya.

Akril menilai, konsistensi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong peningkatan PAD Sultra. Pemerintah daerah tidak hanya mengejar penerimaan yang sudah ada, tetapi mulai melihat lebih jauh potensi-potensi yang selama ini belum dimaksimalkan.

“Saya kira ini yang patut diapresiasi dari kepemimpinan ASR. Beliau tidak berhenti pada capaian, tetapi terus mendorong evaluasi. Artinya, ketika ada potensi yang belum maksimal, pemerintah didorong untuk mencari jalan agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah,” ujar Akril.

Ia menambahkan, Sulawesi Tenggara memiliki modal ekonomi yang sangat besar, terutama dari sektor pertambangan, kawasan industri, perdagangan, kendaraan bermotor, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Potensi tersebut harus dikelola melalui tata kelola yang baik agar memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan daerah.

“Sultra ini daerah yang kaya potensi. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan dan aktivitas ekonomi tersebut dapat dikonversi menjadi kekuatan fiskal yang kemudian kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang semakin baik,” jelasnya.

Exit mobile version