Kendari— Ambisi ingin berkuasa memang sering menjadi pendorong bagi individu, termasuk istri dan anak calon kepala daerah, untuk terlibat dalam politik. Faktor ini dapat muncul dari berbagai alasan, seperti keinginan untuk melanjutkan pengaruh keluarga, memastikan keberlanjutan program atau kebijakan yang sudah berjalan, atau sekadar mengejar kekuasaan dan status. Dukungan keluarga dalam politik sering kali dianggap penting, karena dapat memperkuat jaringan dan sumber daya yang diperlukan untuk memenangkan pemilihan.
Namun, ambisi ini juga bisa menimbulkan berbagai tantangan dan kritik, seperti tuduhan nepotisme atau dominasi politik oleh satu keluarga. Penting bagi setiap calon kepala daerah dan keluarganya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam proses politik agar mendapatkan kepercayaan publik.
Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam terlihat masih berambisi untuk berkuasa di Sultra. Hal tersebut dapat dilihat dari upayanya mendorong istri dan anaknya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Sultra.
Nur Alam menyampaikan dirinya telah menyiapkan dan membimbing Tina Nur Alam dan Sitya Giona dalam mengikuti Pilkada 2024 mendatang.
“Saya sudah siapkan dan saya akan bimbing mereka (Tina Nur Alam dan Sitya Giona Nur Alam) dikutip di Matalokal, Jum’at, 29/3/2024 lalu.

Eks Gubernur Sultra ini bilang, pencalonan istri dan anaknya tersebut merupakan suatu bagian perjuangan politik yang memang ke duanya memiliki hak untuk maju, hanya saja gelaran pesta demokrasi tersebut dilaksanakan bersamaan di 2024 ini.












