KENDARI — Aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Bakri A Rahman, menilai pernyataan Ruslan Buton terkait dugaan adanya “gubernur bayangan” di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra sebagai pernyataan murahan, tidak berdasar, dan berpotensi menyesatkan publik.
Bakri menegaskan, pihaknya telah menelusuri berbagai sumber informasi serta berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang dinilai kredibel sebelum menyikapi pernyataan tersebut. Ia merujuk pada unggahan di media sosial Facebook yang memuat pernyataan Ruslan Buton yang menuding adanya peran seorang purnawirawan perwira tinggi (PATI) TNI AD berinisial P sebagai “gubernur bayangan” dan orang dekat Gubernur Sultra.
“Kami sebagai bagian dari elemen organisasi masyarakat dan aktivis di Sultra menegaskan bahwa pernyataan saudara Ruslan Buton adalah perilaku yang kurang elok untuk dipertontonkan ke publik. Pernyataan itu diduga mengada-ada dan sengaja melempar isu sesat yang dapat menyesatkan opini masyarakat,” ujar Bakri dalam keterangannya, Selasa, 30/12/2025.
Ia menilai, apabila Ruslan Buton tengah mencari panggung politik baru, seharusnya dilakukan dengan cara yang bermartabat, bukan dengan membangun narasi provokatif yang berpotensi merusak stabilitas pemerintahan daerah.
“Jangan mencari panggung politik dengan cara seperti ini, apalagi jika panggung lamanya telah lapuk. Pernyataan tersebut justru dapat disinyalir sebagai upaya memecah belah kepemimpinan di lingkungan Pemprov Sultra,” tegasnya.












