BUTON SELATAN, — Di negeri yang ijazah bisa lebih sakti dari integritas, nama Bupati Buton Selatan, Muh. Adios, kini tengah jadi bahan gunjingan. Dugaan pemalsuan ijazah yang menyeret dirinya kian menyeruak, meninggalkan jejak dokumen yang tak pernah jelas asal-usulnya.
Awalnya, Adios mencoba menguji peruntungan di SMA Mutiara Baubau. Hasilnya? Nihil. Arsip sekolah tak mengenal namanya. Langkah berikutnya menuju Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Baubau juga sama saja: nomor ijazah yang diajukan tidak terdaftar di sistem resmi SIVIL milik Kementerian Pendidikan.
Bukannya mengikuti prosedur sah, sang bupati justru memilih jalur “kreatif”: meminta legalisasi di Dinas Pendidikan Kota Baubau padahal semua orang tahu, kewenangan ada di sekolah asal atau Dinas Pendidikan Provinsi. Publik pun menilai, ini bukan sekadar salah alamat, melainkan indikasi bahwa dokumen itu memang penuh tanda tanya.












