News  

KPK Diminta Periksa Bupati Busel: Tender Diduga Jadi Bancakan Mafia Proyek

Bupati Buton Selatan, Adios.

JAKARTA, – Aroma busuk dugaan kongkalikong tender di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara, makin pekat. Sejumlah indikasi mengarah pada keterlibatan langsung Bupati Busel, Adios, bersama lingkaran dekatnya dalam mengatur proyek daerah melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Koordinator Mahasiswa Anti Rasua (MAR), Ramadhan, menegaskan praktik tender bermasalah di Busel bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan dugaan kejahatan sistematis yang merugikan keuangan negara.

“Kalau pemenang sah digugurkan tanpa alasan objektif, itu sudah rekayasa. Apalagi jika arahan datang dari kepala daerah. Itu bentuk penyalahgunaan wewenang yang jelas masuk kategori tindak pidana korupsi,” kata Ramadhan di Jakarta, Jum’at (5/9/2025).

Ramadhan mengungkap dugaan adanya kongkalikong antara ULP Busel dengan CV Titik Noktah Engineering (TNE), perusahaan yang belakangan ditetapkan sebagai pemenang tender pembangunan 3 Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri 3 Jaya Bakti.

Menurut MAR, perusahaan ini tak lebih dari titipan seseorang berinisial ID, sosok yang dikenal dekat dengan Bupati Adios dan dijuluki sebagai “pengatur proyek” di Busel.

“Sejumlah perusahaan peringkat pertama digugurkan tanpa prosedur. Tidak ada undangan klarifikasi, pengumuman pemenang juga ditunda-tunda tanpa alasan. Semua mengarah ke skenario memenangkan perusahaan tertentu,” beber Ramadhan.

Baca juga:  Rumah Tangga Pratama Arhan dan Azizah Salsha Runtuh, Isu Lama Kembali Jadi Sorotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *