Setelah Dua Tahun Menghilang, Bos China Renaissance Bao Fan Akhirnya Bebas

Bos China Renaissance Bao Fan

BEIJING, — Bao Fan, bankir papan atas sekaligus pendiri perusahaan investasi ternama China Renaissance Holdings, dilaporkan dibebaskan setelah lebih dari dua tahun berada dalam tahanan otoritas Tiongkok. Kabar ini disampaikan oleh seorang sumber yang mengetahui langsung perkara tersebut, Jumat (8/8).

Bao, yang mendirikan China Renaissance pada 2005 dan masih menguasai hampir 49% saham perusahaan, menghilang pada Februari 2023. Saat itu, perusahaan mengumumkan tidak dapat menghubunginya, memicu kepanikan di pasar keuangan. Saham China Renaissance anjlok tajam, dan perdagangan sempat dihentikan pada April 2023 karena tertundanya publikasi laporan keuangan akibat penahanan sang CEO.

Penahanan Bao merupakan bagian dari kampanye anti-korupsi besar-besaran yang digagas Presiden Xi Jinping, yang dalam beberapa tahun terakhir menjerat sejumlah eksekutif keuangan terkemuka. Meskipun kabar pembebasannya dipandang sebagai sinyal positif, para analis menilai iklim bisnis keuangan di Tiongkok belum sepenuhnya pulih.

“Ini langkah positif, mengingat Bao adalah bankir paling berprofil tinggi yang ditahan dalam beberapa tahun terakhir. Namun kampanye anti-korupsi masih terus berjalan,” kata Christopher Beddor, Deputi Direktur Riset Tiongkok di Gavekal Dragonomics.

Baca juga:  Ketegangan Meningkat: Trump Respon Ancaman Rusia dengan Armada Nuklir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *