SAMARINDA – Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia yang dulu “mendarat darurat” karena membawa moge dan sepeda lipat ke kabin pesawat, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, kini kembali bersiap “lepas landas”. Bukan di langit, tapi di ladang migas milik daerah: PT Migas Mandiri Pratama (MMP) Kaltim.
Setelah sempat “diturunkan paksa” oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada 2019 karena kasus penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton dari Prancis dalam bagasi pesawat yang katanya bukan miliknya, dan juga bukan milik siapa pun kini Ari resmi lulus seleksi administrasi calon Direktur Utama PT MMP Kaltim periode 2025–2030.
Dalam daftar yang dirilis Pansel, nama Ari Askhara berada di urutan keempat. Sebuah posisi yang, dalam dunia politik BUMD, bisa jadi masih sangat terbangun secara spiritual. Artinya: semua masih bisa terjadi.
“Yang penting kan lulus administrasi dulu. Urusan masa lalu? Itu kan sudah lewat. Kayak laporan keuangan 2018 Garuda, kan katanya sempat untung juga,” ujar salah satu netizen, entah serius atau lelah.
Dulu, Ari dikenal sebagai Dirut yang ingin membuat pegawai “happy” agar pelayanan meningkat. Tapi entah kenapa, kebijakan “kebahagiaan” itu malah berubah jadi dugaan seleksi pramugari yang katanya ala lady escort versi digital. Beberapa akun sempat membocorkan bahwa sang Dirut lebih suka pramugari yang bisa “mengibaskan rambut” ketimbang mengisi formulir rekrutmen.
Belum lagi laporan keuangan Garuda tahun 2018 yang sempat mencatat “laba ajaib” dari utang mitra, yang belum dibayar tapi sudah dimasukkan sebagai keuntungan. Mungkin memang di dunia akuntansi spiritual, semua hal bisa dihitung pakai feeling.
Masyarakat tentu masih ingat saat 18 boks misterius berisi onderdil Harley dan dua unit sepeda Brompton ditemukan di pesawat baru Garuda. Barang mewah ini katanya bukan diselundupkan, hanya “ikut numpang” pulang ke Jakarta karena rindu kampung halaman.












