Pembangunan IKN Disusul Pembangunan Nafsu: PSK Tumbuh Lebih Cepat dari Pohon

Ilustrasi bisnis prostitusi. Andreas Rentz/Getty Images.

Penajam Paser Utara – Di tengah megahnya proyek ambisius Ibu Kota Nusantara (IKN) yang digadang-gadang jadi simbol peradaban masa depan Indonesia, sebuah “pembangunan lain” diam-diam ikut tumbuh subur: praktik prostitusi.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara rupanya harus berperan ganda tidak hanya sebagai penegak ketertiban, tapi juga sebagai pemadam libido sesat para pekerja pembangunan. Sepanjang 2025, Satpol PP melakukan operasi penertiban terhadap puluhan perempuan yang diduga menjajakan “layanan tambahan” di sekitar wilayah IKN.

“Kami pantau terus. Karena selain jalan dan gedung, ada juga pembangunan karakter yang harus kita jaga. Jangan sampai IKN jadi Ibu Kota Nafsu,” ujar Kepala Satpol PP Penajam Paser Utara, Bagenda Ali, sambil menghela napas panjang.

Uniknya, para perempuan ini tidak hanya datang dari Kalimantan. Mereka terbang dari Bandung, Makassar, Yogyakarta layaknya relawan Nusantara, hanya saja membawa “misi” biologis.

Dalam tiga operasi terakhir, 64 perempuan diduga sebagai pramunikmat berhasil diamankan. Mereka, kata Satpol PP, bekerja secara mandiri, tanpa bos, tanpa manajemen. “Kami tidak menemukan muncikari. Semua freelance. Mereka enterpreneur sejati,” kata Rahmadi, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP, tampak setengah kagum, setengah pusing.

Karena tak ada muncikari, Satpol PP pun kebingungan: hukum bilang yang bisa dipidana cuma perantara. Maka PSK-nya cuma “disuruh pulang”—ibarat tamu tak diundang yang dikasih ongkos balik.

Baca juga:  Penipuan Kelas Internasional: 11 WNA China Sulap Rumah Jadi Kantor Polisi Fiktif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *