Iran— Lebih dari 200 jet tempur Israel terlibat dalam serangan udara awal pada hari Jumat terhadap sedikitnya 100 target di Iran dalam lima gelombang serangan, termasuk di situs penting nuklir Natanz serta di lokasi rudal balistik. Israel juga membunuh sedikitnya sembilan ilmuwan nuklir senior Iran dan sejumlah pejabat, termasuk perwira militer tertinggi Iran dan kepala Garda Revolusi (IRGC).
Puluhan lokasi tampaknya telah diserang dalam kampanye yang meluas ini, termasuk di Tehran, Shiraz, dan Tabriz, serta dilaporkan juga di Isfahan dan Kermanshah.
Situs Nuklir Mana yang Diserang?
Serangan di situs nuklir Natanz, fasilitas pengayaan uranium paling signifikan di Iran yang terletak sekitar 220 km tenggara Tehran, dimulai sekitar pukul 04.00 waktu setempat pada hari Jumat.
Fasilitas ini dilindungi oleh dinding beton tebal dan memiliki pusat-pusat sentrifugal bawah tanah, serta telah menjadi target berbagai upaya sabotase sebelumnya. Pekerjaan konstruksi sedang dilakukan untuk memperluas situs ini.
Natanz adalah tempat di mana Iran memproduksi sebagian besar bahan bakar nuklirnya — termasuk persediaan uranium yang diperkaya tinggi, yang menurut Barat bisa digunakan untuk senjata nuklir di masa depan.
Citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan pada dua area: gardu listrik yang menyuplai daya ke situs tersebut, dan fasilitas pengayaan bahan bakar di atas tanah yang menampung ratusan sentrifugal.


Fasilitas pengayaan bahan bakar, yang memiliki sekitar 15.000 sentrifugal, tampaknya tidak mengalami kerusakan. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan tidak ada laporan kontaminasi nuklir.
Saat ofensif Israel memasuki hari kedua, laporan menyebutkan bahwa Israel juga menyerang area fasilitas pengayaan bahan bakar nuklir Fordow yang terletak dalam gunung, meskipun menyebabkan kerusakan terbatas. Israel diyakini tidak memiliki bom penembus bunker yang dapat menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah ini. Pusat penelitian nuklir di Isfahan juga terkena serangan.
Apa Lagi yang Diserang?
Laporan menunjukkan bahwa Bid Kaneh, yang menampung beberapa lokasi pengembangan dan produksi rudal, diserang pada Jumat pagi serta sistem pertahanan udara di Iran bagian barat.
Iran telah mengonfirmasi bahwa sejumlah tokoh militer senior dan ilmuwan terbunuh, beberapa di antaranya dalam serangan terhadap rumah pribadi.
Iran juga menuduh Israel menyerang area sipil selama upaya pembunuhan tersebut, termasuk klaim bahwa 60 orang tewas dalam serangan terhadap gedung perumahan di kawasan Farahzad, Tehran.
Militer Israel mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menargetkan peluncur rudal permukaan-ke-permukaan yang digunakan untuk menyerang Israel dan infrastruktur rudal permukaan-ke-udara yang digunakan untuk mempertahankan Tehran.
Di antara korban tewas adalah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, dan Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Hossein Salami, menunjukkan adanya serangan “pemenggalan” terhadap pimpinan utama untuk melemahkan rezim Iran.
Pada Sabtu pagi, serangan dilaporkan terjadi di pangkalan militer Parchin dan hanggar jet tempur di Bandara Mehrabad.
Pada hari Minggu, militer Israel menyatakan telah menghantam “lebih dari 80” target di Tehran, termasuk markas besar Kementerian Pertahanan Iran, infrastruktur “proyek senjata nuklir”, serta target lainnya, termasuk truk-truk tangki bahan bakar. Kementerian Perminyakan Iran mengatakan Israel telah menargetkan dua depot bahan bakar di area Tehran, termasuk depot di Shahran, wilayah barat laut ibu kota, yang menyebabkan bola api besar.












