Jakarta – Ketegangan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat dan China, kembali memasuki babak baru. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pertemuan penting dengan delegasi China akan berlangsung di London pada Senin besok, menandai langkah signifikan menuju potensi deeskalasi konflik dagang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform Truth Social, Trump menunjukkan optimisme tinggi terhadap perundingan tersebut. Delegasi AS akan dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, didampingi oleh Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer.
Pertemuan ini terjadi setelah percakapan panjang antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Kamis lalu, yang disebut sebagai dasar dari inisiatif diplomatik ini. Pemerintah AS menyebut pertemuan ini sebagai kelanjutan dari kesepakatan awal di Jenewa bulan lalu, di mana kedua negara menyetujui penurunan sebagian tarif meskipun belum mencapai titik damai.
Meskipun ada kemajuan, hubungan dagang AS-China masih diwarnai saling tuding. Pemerintah China menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan-tindakan Washington yang dianggap menghambat implementasi kesepakatan, termasuk larangan penggunaan chip buatan China oleh perusahaan AS.
Langkah terbaru dari pemerintahan Trump yang mencabut visa sejumlah pelajar China juga dinilai sebagai provokasi politik. Di sisi lain, AS menilai China belum menepati janji-janji terkait ekspor rare earth elements komoditas strategis untuk sektor teknologi tinggi.












