Jakarta— Aksi senyap bertajuk “Batalkan UU TNI” yang digelar oleh Koalisi Masyarakat Sipil di belakang Gedung DPR/MPR beberapa hari terakhir berhasil menarik perhatian publik. Namun, bukan hanya karena tuntutan yang diusung, melainkan juga karena dampaknya terhadap lalu lintas di kawasan tersebut.
Salah satu pemicu perdebatan di media sosial datang dari unggahan seorang pengguna Instagram yang mengeluhkan kemacetan akibat aksi tersebut. Dalam video yang kini viral, perempuan tersebut menyatakan: “Hallo guys, lihat deh, di sini jadi macet banget karena lagi ada demo. Demo dengan cara gini tuh jadi mengganggu aktivitas orang. Boleh sih demo, tapi jangan merugikan orang lain,” ujarnya.
Pernyataan itu memicu pro dan kontra. Sebagian warganet mendukung keluhannya, menilai bahwa unjuk rasa semestinya tidak mengganggu kepentingan umum. “Semua orang punya hak, termasuk hak untuk tidak terjebak macet berjam-jam,” tulis salah satu komentar.
Namun, di sisi lain, banyak pula yang membela aksi demonstrasi tersebut. Mereka berargumen bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di ruang publik adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi. “Kemacetan bisa jadi harga kecil yang harus dibayar demi perubahan besar,” tulis seorang pengguna media sosial lainnya.












