Ukraina– Serangan rudal Rusia menghantam kota Poltava, Ukraina tengah, pada Sabtu (1/2), menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai 16 lainnya, termasuk empat anak-anak. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan besar pada bangunan tempat tinggal serta infrastruktur energi di kota tersebut.
Menurut laporan dari Dinas Darurat Ukraina, rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di pusat kota, menyebabkan kehancuran besar. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 22 orang dari reruntuhan, sementara operasi pencarian korban terus berlangsung hingga larut malam.
Rekaman dari Reuters memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung dari puing-puing bangunan yang hancur. Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran bekerja keras menyisir reruntuhan untuk mencari korban yang masih terperangkap.
Seorang pensiunan veteran militer terlihat menunggu di lokasi kejadian sepanjang hari, berharap menemukan anggota keluarganya yang diyakini tewas di dalam gedung.
Selain Poltava, Rusia juga melancarkan serangan ke beberapa wilayah lain di Ukraina. Di Kharkiv, satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan drone. Di wilayah Sumy, tiga petugas polisi tewas dalam serangan yang terjadi saat mereka berpatroli di sebuah desa.
Sementara itu, terjadi insiden di wilayah Kursk, Rusia, yang dikuasai Ukraina. Sebuah serangan menghantam asrama sekolah, menewaskan empat orang. Ukraina dan Rusia saling tuduh sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Menanggapi serangan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy kembali mendesak negara-negara sekutu untuk meningkatkan bantuan pertahanan udara.
“Setiap serangan teroris seperti ini membuktikan bahwa kami membutuhkan lebih banyak sistem pertahanan udara dan senjata anti-rudal. Setiap sistem yang kami terima akan menyelamatkan nyawa,” tulisnya di Telegram, Minggu, 2/2/2025.












