Ternate— Anggota DPRD Halmahera Selatan Elya Gabrina Bahdim (EGB) memberikan kesaksian dipengadilan Tipikor Negeri Ternate Maluku Utara pada persidangan Eks Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Ghani Kasuba (AGK), Kamis, 18/7/2024 lalu.
Abdul Gani Kasuba ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin 18/12/23.
“Dalam OTT tersebut Gubernur Maluku Utara dan belasan orang lainnya ikut diamankan atas kasus jual beli jabatan”, kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Dalam persidangan Politikus Elya Gabrina Bahdim (EGB) mengungkapkan hal yang mencengangkan mengenai kebiasaan buruk eks Gubernur Maluku Utara yang sering menyewa wanita penghibur untuk melayaninya di kamar hotel.
Untuk memuaskan biarahinya, tidak tanggung-tanggung mantan Gubernur tersebut merogoh kocek hingga Rp3 miliar untuk membayar para wanita penghibur.
Dalam pengakuan Eliya, ia diminta Abdul Ghani mengantarkan wanita ke kamar hotelnya.
Eliya mengaku sering diminta Abdul Ghani mengantarkan wanita ke kamar hotelnya. Ia menyebut menjadi penghubung dan mencarikan wanita untuk Abdul Ghani.
Dalam pengakuan Eliya selain mencarikan, ia juga membayarnya secara tunai. Namun uang tersebut dari AGK yang dikirim dari beberapa rekening diantaranya BRI,BCA dan Mandiri.
Eliya juga menyebut sering menggunakan uang pribadinya terlebih dulu untuk bayar wanita yang dipesan AGK. Namun AGK tetap mengganti uang Eliya.
Menurut Eliya eks Gubernur Maluku Utara tersebut telah menyewa puluhan wanita bahkan bisa menyewa wanita tiga kali dalam sehari.
“Saya paling temani dari lobi hotel sampai ke kamar. Di kamar, saya langsung keluar dan biarkan perempuan itu bersama-sama dengan AGK. Di dalam kamar paling lama satu sampai dua jam,” kata Eliya.
“Di kamar itu berdua Om Haji (AGK) dengan perempuan selama satu sampai dua jam. Saya tunggu di luar, jadi tidak tahu apa yang dibuat di dalam kamar,” tuturnya.
Dalam pengakuan Eliya, nilai uang yang diberikan kepada wanita sewaan terduga koruptor terrsebut bervariasi ada Rp10 juta dan paling banyak Rp50 juta untuk sekali sesi.
Kepada majelis Hakim, Eliya mengaku hotel yang sering digunakan AGK untuk bertemu dengan para wanita penghibur adalah Hotel Bidakara, Swiss-Belhotel Jakarta dan Hotel Bela di Ternate.
“Saya bawa perempuan tersebut ke Om Haji (AGK) agar supaya memudahkan pencairan proyek,” ujarnya.
Eliya juga mengungkapkan dalam memesan dan mengantar wanita dihotel digunakan kode-kode khusus yakni “Ayu” dan “Cinta”












