17 Warga Palestina Tewas Dalam Serangan Terbaru di Kota Gaza

Warga Gaza memeriksa kerusakan di al Sinna. Foto: APAImages/Rex/Shutterstock

Gaza— Setidaknya 17 warga Palestina tewas dan 50 lainnya luka-luka dalam serangan baru Israel di Kota Gaza, kata tim penyelamat dan pejabat kesehatan, ketika Hamas dilaporkan telah menarik diri dari perundingan gencatan senjata. 

Serangan pada Minggu dini hari terjadi kurang dari 24 jam setelah pasukan Israel mengatakan panglima militer Hamas, Mohammed Deif, dalang serangan 7 Oktober di Israel selatan, menjadi sasaran serangan di Khan Younis, Gaza selatan, yang menurut layanan darurat wilayah itu, menewaskan lebih dari 90 orang dan melukai 300 lainnya. 

Setidaknya empat serangan udara Israel menargetkan rumah-rumah di berbagai bagian kota pada hari Minggu.

Deif, 58 tahun, mengatakan yang masuk dalam daftar paling dicari Israel sejak 1995 dan lolos dari berbagai upaya pembunuhan Israel, diyakini sebagai dalang serangan yang menewaskan 1.200 orang di Israel selatan dan memicu perang Israel-Hamas.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan Rafa Salama, pejabat tinggi Hamas lainnya, juga menjadi sasaran serangan itu.

“Masih belum ada kepastian pasti bahwa kedua hal tersebut telah berhasil digagalkan, namun saya ingin meyakinkan Anda bahwa dengan satu atau lain cara kita akan mencapai puncak Hamas,” kata Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel, berkata

Wakil pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya, mengatakan kepada Al Jazeera TV bahwa Deif tidak terbunuh dalam serangan tersebut dan, ketika berbicara kepada Netanyahu, ia mengatakan: 

“Deif mendengarkan Anda saat ini dan mengejek kebohongan Anda.” Pejabat Hamas lainnya mengatakan kepada AFP bahwa pemimpin militer kelompok itu Mohammed Deif “baik-baik saja” dan berfungsi meskipun ada bom besar dari Israel. Deif, yang dikenal sebagai “tamu”, sering berpindah lokasi untuk menghindari deteksi Israel. 

Baca juga:  10 Bulan Perang Israel-Palestina, Jumlah Korban Tewas di Gaza Capai 40.000 Jiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *