“Kami mengajak masyarakat untuk hemat energi dan melakukan pembelian BBM maupun LPG dalam jumlah wajar. Tidak perlu panic buying karena stok nasional dalam kondisi aman,” ujarnya.
Akril menegaskan bahwa perilaku konsumsi berlebihan justru dapat menciptakan kelangkaan semu di lapangan yang merugikan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan dan pelaku UMKM.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan.
“Jangan sampai kita terpengaruh hoaks yang justru memperkeruh situasi. Stabilitas energi saat ini terjaga karena sinergi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat,” tambahnya.
Penggunaan energi secara hemat dan bertanggung jawab dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu memastikan distribusi BBM dan LPG tetap lancar serta mendukung aktivitas ekonomi nasional.
Dengan tidak adanya perubahan harga BBM per 1 April 2026, pemerintah bersama Pertamina dan berbagai elemen masyarakat optimistis stabilitas energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika global.













