News  

Visioner Indonesia Menilai Tuduhan Arogansi dan Pemecah Belah terhadap ASR sebagai Upaya Delegitimasi Kekuasaan

Illustrasi.

KENDARI — Tuduhan yang dialamatkan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumanggeruka, sebagai pemimpin yang arogan dan dituding memecah belah persatuan masyarakat Sulawesi Tenggara dinilai sangat tidak berdasar serta mengarah pada fitnah keji yang berpotensi menyesatkan opini publik.

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menegaskan bahwa narasi tersebut tidak hanya miskin fakta dan data, tetapi juga menunjukkan adanya indikasi upaya dari kelompok tertentu untuk mendelegitimasi kepemimpinan yang sah hasil pilihan rakyat.

Akril mengingatkan bahwa pasangan Andi Sumanggeruka–Hugua (ASR–Hugua) memenangkan Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara di 15 kabupaten/kota, dengan perolehan suara sekitar 52 persen dari empat pasangan calon yang berkompetisi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti kuat legitimasi politik yang diperoleh secara demokratis.

“Fakta elektoral ini tidak bisa dihapus dengan opini atau tuduhan sepihak. Kemenangan di 15 kabupaten/kota dengan persentase signifikan menunjukkan legitimasi politik yang kuat. Maka tuduhan arogan dan pemecah belah justru bertolak belakang dengan realitas pilihan rakyat,” tegas Akril.

Ia menilai, munculnya tuduhan terhadap ASR patut dicermati secara kritis karena berpotensi lahir dari ketidakpuasan sebagian pihak yang belum sepenuhnya menerima hasil demokrasi, sekaligus tidak sejalan dengan arah pembangunan dan pembenahan yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan ASR–Hugua.

Baca juga:  Visioner Indonesia Nilai Pernyataan Pejabat Sultra Sah, Kritik AJI Kendari Dinilai Berlebihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *