Meski demikian, pengamat mengingatkan agar skema ini tidak menggantikan tugas pokok aparat penegak hukum dan institusi terkait seperti BPH Migas. Jangan sampai keberadaan sayembara menjadi alasan bagi negara untuk “pensiun dini” dari tanggung jawabnya dalam membenahi sistem distribusi energi yang lebih transparan dan digital.
Gaya komunikasi media yang mapan cenderung melihat isu ini dari kacamata pembangunan stabilitas dan etika jurnalistik yang terukur. Ada beban untuk memastikan bahwa narasi “hadiah uang” ini tidak mengaburkan kewajiban utama aparat penegak hukum. Media bertugas mengingatkan bahwa solusi ad-hoc seperti ini jangan sampai menjadi alasan untuk melegalkan kemalasan institusional dalam memperbaiki sistem pengawasan negara. “Kita tidak ingin rakyat hanya jadi ‘pemburu hadiah’ sementara sistem di hulu tetap dibiarkan bocor,” kata Romadhon.
Tantangan terbesar dari sayembara ini adalah memastikan setiap laporan warga tidak hanya berakhir sebagai data mentah, tetapi menjadi pintu masuk bagi penindakan hukum yang tegas. Tanpa adanya sinkronisasi dengan kepolisian, hadiah jutaan rupiah tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi instrumen politik sesaat tanpa dampak sistemik yang berkelanjutan.
Pada akhirnya, kita membutuhkan ketajaman kritis untuk mencegah kebijakan ini menjadi sekadar panggung politik, namun kita juga butuh ketenangan untuk melihat bahwa ada niat perbaikan di dalamnya. Menjadi penyeimbang berarti menuntut akuntabilitas di atas sekadar gimik hadiah, memastikan bahwa setiap rupiah yang keluar, baik untuk hadiah maupun subsidi, benar-benar kembali untuk kemaslahatan rakyat yang paling membutuhkan.
“Transparansi adalah kunci agar niat baik ini tidak berubah menjadi ajang fitnah horizontal di masyarakat,” tutup Romadhon.
Diharapkan, inisiatif ini menjadi pemantik bagi perbaikan menyeluruh pada tata kelola energi nasional. Rakyat ingin melihat sebuah sistem di mana kejujuran bukan lagi sesuatu yang harus disayembarakan, melainkan sebuah nilai yang bekerja secara otomatis dalam setiap tetes bahan bakar yang didistribusikan ke seluruh pelosok negeri.













