Mujahadah Kubro tersebut mengangkat tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dalam Mengembangkan Peradaban”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi dan refleksi warga NU atas peran historis organisasi dalam membangun kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.
Selain itu, Mujahadah Kubro juga memiliki tujuan strategis untuk memperkuat budaya pesantren, meneguhkan komitmen kebangsaan, serta menjaga tradisi dan spiritualitas di tengah perubahan global. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat peran NU sebagai pilar masyarakat sipil yang konsisten mendukung persatuan nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa.
Kehadiran Presiden Prabowo dalam agenda tersebut dinilai sebagai simbol dukungan negara terhadap peran organisasi keagamaan dalam menjaga keutuhan NKRI serta memperkokoh fondasi moral dan spiritual kehidupan berbangsa.












