News  

Pesan Prabowo tentang Perdamaian: Dunia Butuh Keberanian, Bukan Ambisi Kekuasaan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya pada sesi roundtable Business Summit yang digelar dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu, 18 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan refleksi tajam mengenai kondisi geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketegangan. Dalam pernyataannya, Kepala Negara menyoroti kenyataan bahwa banyak pemimpin dunia saat ini belum mampu menjaga stabilitas internasional secara konsisten. Sindiran tersebut menjadi pengingat bahwa ambisi kekuasaan dan kepentingan sektoral negara besar kerap menjadi penghambat utama terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Pernyataan Presiden bukan sekadar observasi diplomatik, melainkan refleksi dari pemahaman mendalam terhadap dinamika kekuasaan global. Di tengah meningkatnya retorika konflik dan rivalitas antarnegara, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tetap menempatkan moderasi dan dialog sebagai fondasi utama politik luar negeri. Kesadaran bahwa menjaga perdamaian adalah tugas yang sulit justru menunjukkan pendekatan realistis pemerintah dalam menghadapi turbulensi global.

“Pesan Presiden ini mencerminkan kematangan bernegara. Beliau mengingatkan dunia bahwa perdamaian bukan sekadar absennya perang, tetapi hadirnya rasa keadilan bagi bangsa-bangsa yang selama ini sering menjadi korban tarik-menarik kepentingan kekuatan besar,” ujar Aktivis Nusantara Romadhon Jasn, Kamis (12/3).

Di tengah ketidakpastian global, posisi Indonesia sebagai jembatan dialog atau bridge builder semakin diperhitungkan. Keyakinan Presiden bahwa perdamaian harus diperjuangkan melalui diplomasi yang elegan memperlihatkan konsistensi Indonesia untuk tidak terjebak dalam polarisasi geopolitik yang merugikan kepentingan nasional.

“Kesadaran Presiden bahwa menjaga perdamaian tidak mudah justru menunjukkan bahwa setiap langkah diplomasi Indonesia diambil dengan perhitungan yang matang demi menjaga stabilitas domestik,” kata Romadhon Jasn.

Baca juga:  Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perdamaian Palestina dan Kesiapan Indonesia Berkontribusi dalam ISF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *