KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kolaka Utara, khususnya ruas Porehu–Tolala–Batu Putih, menyusul pernyataan Wakil Bupati Kolaka Utara, Jumarding, yang menyoroti kondisi jalan provinsi di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, mengatakan Pemprov Sultra memahami sepenuhnya aspirasi dan kegelisahan para kepala daerah yang ingin mempercepat pembangunan di wilayahnya. Menurutnya, apa yang disampaikan Wakil Bupati Kolut merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap masyarakat.
Namun demikian, Andi Syahrir menjelaskan bahwa ruang fiskal pemerintah provinsi saat ini sangat terbatas akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional, sehingga berdampak langsung pada fleksibilitas pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Terkait ruas jalan Tolala yang menjadi sorotan, Andi Syahrir menegaskan bahwa perhatian Pemprov Sultra tidak hanya tertuju pada satu titik, melainkan mencakup tiga kecamatan paling utara Kolaka Utara, yakni Kecamatan Porehu, Tolala, dan Batu Putih, yang selama ini menjadi prioritas perhatian pemerintah provinsi.
Ia mengungkapkan, pada akhir Oktober 2025 lalu, sejumlah anggota DPRD Kolaka Utara dari daerah pemilihan tiga kecamatan tersebut datang ke Kendari bersama para camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Rombongan itu melakukan pertemuan dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Sultra untuk membahas penanganan ruas jalan dimaksud.
“Atas perintah langsung Bapak Gubernur, saya mendampingi pertemuan tersebut. Arahan beliau jelas, setelah pembahasan segera laporkan hasilnya,” ujar Andi Syahrir.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pembangunan ruas jalan Porehu–Tolala–Batu Putih akan ditempuh melalui mekanisme Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Jika usulan ini disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum, maka pembangunan dapat dilaksanakan secara menyeluruh pada tahun anggaran 2026.












