JAKARTA, – Aroma busuk praktik mafia proyek di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara, kian menyengat. Nama Bupati Busel, Adios, disebut-sebut bukan lagi sekadar mengetahui, melainkan diduga menjadi pusat kendali dari skema pengaturan proyek yang merugikan rakyat.
Mahasiswa Anti Rasua (MAR) menegaskan, KPK sudah tidak punya alasan lagi untuk diam. Bukti-bukti yang mengarah pada keterlibatan Bupati Adios telah resmi diserahkan ke KPK. Isinya antara lain dokumen tender, laporan intervensi, serta kesaksian pihak yang dirugikan akibat rekayasa pengadaan barang/jasa di Busel.
“Alat bukti sudah lengkap. Kalau KPK masih menutup mata, publik berhak bertanya: ada apa dengan KPK? Jangan sampai lembaga ini dianggap tebang pilih dalam pemberantasan korupsi,” tegas Koordinator MAR, Ramadhan, Jumat (19/9/2025).
Ramadhan mengingatkan bahwa praktik mafia proyek di Busel bukan lagi isu sepele. Hampir seluruh dinas ditengarai sudah dikuasai, dari proses tender, penunjukan langsung, hingga penentuan pemenang. Nama aktor berinisial NAS dan ID terus mencuat sebagai “makelar proyek” yang tak lain diduga beroperasi dengan restu pucuk pimpinan daerah.












