KENDARI – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan terus diperkuat di Kendari. Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Perumda Utama Sultra, ASTINDO, dan APKULINDO menggelar pertemuan langsung di kawasan MTQ guna merancang pemanfaatan lahan sebagai pusat pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Pertemuan yang dipimpin Kepala Dispar Sultra, Ridwan Badallah, bersama Direktur Utama Perumda Utama Sultra, Akhmad Rizal, ini berlangsung tidak biasa. Alih-alih digelar di ruang formal, diskusi justru dilakukan langsung di ruang terbuka kawasan MTQ, sebagai bentuk pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis kondisi lapangan.
Dalam pembahasan tersebut, para pihak sepakat bahwa kawasan MTQ tidak boleh hanya menjadi lokasi kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, kawasan ini diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, dengan fokus pada penguatan UMKM, pengembangan sektor kuliner, serta ruang kreatif bagi seni, kerajinan, dan pertunjukan budaya.
Langkah ini dinilai sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan.
Ridwan Badallah menegaskan bahwa pendekatan langsung ke lapangan menjadi kunci agar perencanaan benar-benar sesuai kebutuhan.
“Perencanaan tidak cukup hanya di atas kertas. Dengan turun langsung ke lokasi, kita bisa melihat potensi sekaligus tantangan yang ada,” ujarnya.













