Jakarta— Joe Biden telah mengundurkan diri dari pencalonan kembali presidennya dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris untuk mengambil tempatnya di posisi teratas partai mereka, sebuah keputusan luar biasa yang menjungkirbalikkan politik Amerika yang menjerumuskan nominasi Partai Demokrat ke dalam ketidakpastian hanya beberapa bulan sebelum pemilu November melawan Donald Trump seorang kandidat yang telah diperingatkan oleh Biden merupakan ancaman nyata terhadap demokrasi AS.
“Meskipun saya berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin ini demi kepentingan terbaik partai saya dan negara jika saya mundur dan fokus hanya pada memenuhi tugas saya sebagai presiden selama sisa masa jabatan saya,” kata Biden dalam surat yang mengumumkan keputusannya.
Biden berterima kasih kepada Harris dalam suratnya dan kemudian mendukungnya sebagai calon presiden dari Partai Demokrat melalui sebuah tweet. Dia mengatakan dia berencana untuk berbicara kepada negara tersebut secara lebih rinci akhir pekan ini.
“Rekan-rekan Demokrat, saya telah memutuskan untuk tidak menerima nominasi tersebut dan memfokuskan seluruh energi saya pada tugas saya sebagai presiden selama sisa masa jabatan saya. Keputusan pertama saya sebagai calon partai pada tahun 2020 adalah memilih Kamala Harris sebagai wakil presiden saya. Dan itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya buat,” katanya.
“Hari ini saya ingin memberikan dukungan dan dukungan penuh agar Kamala menjadi calon presiden partai kita tahun ini. Demokrat inilah waktunya untuk bersatu dan mengalahkan Trump Mari kita lakukan,” tutur Biden.
Harris berterima kasih kepada Biden atas kepemimpinannya yang luar biasa sebagai presiden. Dia juga mengatakan dengan tindakan tanpa pamrih dan patriotik ini, Presiden Biden melakukan apa yang telah dia lakukan sepanjang masa pengabdiannya dengan menempatkan rakyat Amerika dan negara kita di atas segalanya.
“Saya merasa terhormat mendapat dukungan presiden dan niat saya adalah mendapatkan dan memenangkan nominasi ini,” katanya.
“Saya akan melakukan segala daya saya untuk menyatukan Partai Demokrat dan menyatukan bangsa kita untuk mengalahkan Donald Trump, Kita punya waktu 107 hari hingga Hari Pemilihan. Bersama-sama, kita akan bertarung. Dan bersama-sama kita akan menang.”Tambahnya.
Presiden Biden membuat pengumuman mengejutkan tersebut setelah kampanye tekanan selama berminggu-minggu oleh para pemimpin Partai Demokrat, penyelenggara dan donor yang semakin tidak melihat jalan menuju kemenangan selama petahana yang diperangi itu tetap mencalonkan diri. Lebih dari 30 anggota Kongres dari Partai Demokrat telah meminta Biden untuk mundur.
Baru-baru ini pada hari Jumat, tim kampanyenya bersikeras bahwa dia tetap ikut dalam pencalonan. Namun berdasarkan Jajak pendapat ABC News yang dirilis pada hari Minggu menemukan bahwa 60% anggota Partai Demokrat percaya Biden harus mengakhiri pencalonannya. Jajak pendapat yang sama menemukan bahwa hampir 76% anggota Partai Demokrat akan puas dengan Harris sebagai calon presiden.
Keputusan Biden untuk menarik diri tampaknya diambil secara tiba-tiba. Presiden mengatakan kepada staf seniornya pada Minggu sore bahwa dia telah berubah pikiran untuk tetap ikut dalam pemilu, dan para pejabat kampanye dilaporkan masih menelepon para delegasi untuk menanyakan apakah mereka dapat mengandalkan dukungan mereka.
“Biden tidak layak mencalonkan diri sebagai Presiden, dan tentu saja tidak layak untuk menjabat dan tidak pernah layak,” tulis Trump dalam postingan di Truth Social,
Biden hanya mencapai posisi Presiden melalui kebohongan, Berita Palsu, dan tidak meninggalkan Ruang Bawah Tanahnya. Semua orang di sekitarnya, termasuk Dokternya dan Media, tahu bahwa dia tidak mampu menjadi Presiden, dan ternyata memang tidak mampu.”kata Trump.












