JAN: Penunjukan Brigjen Desy, Wujud Nyata Polri dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) dan Pidana Perdagangan Orang (PPA) Brigjen Desy Andriani

Dalam pernyataannya, Romadhon juga menyoroti langkah Kapolri yang melakukan rotasi di berbagai posisi strategis, termasuk pembentukan Ditressiber di delapan Polda, sebagai upaya untuk menjawab tantangan kejahatan siber yang terus berkembang. “Kejahatan siber semakin kompleks, dan Polri tampaknya telah mengambil langkah yang tepat dengan melakukan penguatan di level Polda. Ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada satu sektor, tetapi juga memberikan perhatian pada berbagai jenis kejahatan yang mengancam masyarakat,” ujar Romadhon.

Menurut JAN, promosi dan rotasi di tubuh Polri adalah hal yang penting untuk memastikan adanya regenerasi dan penyegaran di berbagai level jabatan. Proses ini akan memperkuat kemampuan Polri dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. “Mutasi yang dilakukan secara berkala menjadi salah satu mekanisme untuk menjaga profesionalisme dan meningkatkan kinerja Polri di seluruh lini. Langkah ini juga mencerminkan semangat Polri untuk terus beradaptasi dengan dinamika kejahatan yang berkembang pesat,” tambahnya.

Melalui keputusan ini, JAN berharap agar Polri terus memperkuat kapasitas internalnya untuk memberikan keadilan yang lebih baik bagi kelompok rentan, seperti perempuan dan anak, serta menangani kejahatan siber yang semakin canggih. “Kepercayaan masyarakat terhadap Polri akan semakin kuat jika langkah-langkah ini diiringi dengan peningkatan kinerja dan pelayanan yang optimal,” tutup Romadhon.

Penunjukan Brigjen Desy, serta rotasi di jajaran kepemimpinan Polri, diharapkan akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pelayanan Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat.

Exit mobile version