Visioner Indonesia juga menilai pentingnya replikasi sistem pemantauan yang sudah terbukti efektif, seperti di Pintu Air Katulampa, Bogor, untuk diterapkan di daerah-daerah rawan banjir, termasuk di Bali pada aliran Sungai Ayung.
Selain itu, Visioner Indonesia mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, lembaga terkait, maupun masyarakat, untuk mendukung kebijakan BNPB ini. “Kita butuh sinergi bersama agar Indonesia memiliki sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh,” pungkas Akril.
