Presiden Xi Jinping Gelar Parade Militer Paringati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II Lawan Jepang

 Beijing menjadi pusat perhatian dunia ketika Presiden Xi Jinping menggelar parade militer besar-besaran memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II melawan Jepang.

BEIJING, — Beijing menjadi pusat perhatian dunia ketika Presiden Xi Jinping menggelar parade militer besar-besaran memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II melawan Jepang. Lebih dari sekadar peringatan sejarah, acara ini dipandang sebagai pernyataan politik global: China ingin menunjukkan diri sebagai alternatif tatanan dunia yang selama ini didominasi Barat.

Sebanyak 26 kepala negara hadir, didominasi pemimpin negara-negara yang kerap berseberangan dengan kebijakan Amerika Serikat dan sekutunya. Dari Rusia, Presiden Vladimir Putin datang langsung dan menyebut Xi sebagai “sahabat dekat.” Hadir pula perwakilan dari Iran, Korea Utara, Myanmar, Mongolia, Indonesia, hingga sejumlah negara Afrika dan Asia Tengah.

“Parade ini bukan hanya militer, tetapi juga diplomasi. Xi ingin memperlihatkan bahwa dunia multipolar sudah terbentuk, dengan China sebagai poros utamanya,” jelas Yu Jie, analis Chatham House.

Di sela parade, Rusia dan China menandatangani kesepakatan peningkatan ekspor gas sebesar 16% per tahun, langkah yang memberi napas tambahan bagi Moskow di tengah sanksi Barat. India, meski kerap berselisih dengan Beijing, juga hadir, memberi sinyal adanya rekonsiliasi strategis.

Exit mobile version