AMERIKA — Seorang anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Robin Kelly, berencana secara resmi mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat, Kristi Noem, menyusul kematian seorang warga negara AS yang ditembak oleh agen imigrasi federal di Minneapolis pekan lalu.
Langkah ini dipicu oleh kemarahan publik yang meluas atas tewasnya Renee Nicole Good (37), yang ditembak saat berada di dalam mobilnya di sebuah kawasan permukiman oleh seorang petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Pemerintahan Presiden Donald Trump dan Menteri Noem menyebut insiden tersebut sebagai aksi “terorisme domestik” yang melibatkan seorang “agitator profesional”. Namun klaim itu diperdebatkan keras oleh pejabat lokal dan rekaman video yang beredar. Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menyebut penembakan tersebut sebagai penggunaan kekuasaan yang sembrono dan menuntut agar ICE angkat kaki dari kota itu.
Alih-alih menarik pasukan, pemerintah federal justru mengirimkan tambahan agen ke Minneapolis. Ketegangan antara aparat federal dan warga setempat pun meningkat.
Robin Kelly, anggota DPR dari Illinois, akan mengajukan pemakzulan bersama Ilhan Omar dari Minnesota dan Maxine Dexter dari Oregon. Ketiganya mewakili negara bagian yang dalam beberapa hari terakhir mengalami insiden penembakan warga oleh agen federal.
Dalam dokumen pemakzulan, para legislator Demokrat menuduh Kristi Noem melakukan:
• Penghalangan pengawasan Kongres, termasuk menahan dana yang telah disetujui DPR dan melarang anggota legislatif memasuki fasilitas Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS);
• Pelanggaran kepercayaan publik melalui penangkapan tanpa surat perintah serta penggunaan kekerasan terhadap warga negara AS dan individu yang memiliki status hukum;
• Konflik kepentingan, dengan menggunakan dana publik untuk kampanye iklan perekrutan ICE dan memberikan kontrak perekrutan senilai sekitar US$200 juta kepada perusahaan yang dikelola suami pejabat tinggi DHS sekaligus juru bicara utama departemen tersebut.
