News  

ID Diduga Jadi Pionir Mafia Proyek, Mahasiswa Minta KPK Bongkar Jaringan Gelap di Busel

ID Diduga Jadi Pionir Mafia Proyek, Mahasiswa Minta KPK Bongkar Jaringan Gelap di Busel

JAKARTA, — Nama ID semakin santer disebut dalam skandal dugaan rekayasa tender proyek di Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara. Sosok yang disebut-sebut sebagai orang dekat Bupati Busel, Adios, itu diduga berperan sebagai “pionir” pengaturan proyek, mulai dari tahap perencanaan hingga penetapan pemenang lelang.

Koordinator Mahasiswa Anti Rasua (MAR), Ramadhan, menyatakan bahwa ID selama ini bertindak sebagai operator sekaligus perantara bagi perusahaan yang ingin memenangkan proyek di Busel. Menurut temuan MAR, tidak ada perusahaan yang bisa lolos tender tanpa restu ID.

“ID adalah pionir sekaligus pengatur. Semua jalur proyek di Busel seakan harus melalui dirinya. Kalau perusahaan tidak setuju dengan syarat yang ia ajukan, otomatis akan digugurkan oleh ULP. Fakta ini menunjukkan adanya praktik mafia lelang yang sistematis,” ujar Ramadhan di Jakarta, Senin (1/9/2025).

Kasus terbaru yang disorot adalah penetapan CV Titik Noktah Engineering (TNE) sebagai pemenang tender pembangunan 3 Ruang Kelas Baru (RKB) SD Negeri 3 Jaya Bakti. Proses evaluasi diduga sarat rekayasa karena peserta lain tidak pernah mendapat kesempatan klarifikasi, dan pengumuman pemenang beberapa kali ditunda tanpa alasan jelas.

“Dari berbagai informasi yang kami peroleh, CV TNE adalah perusahaan titipan yang diarahkan langsung oleh ID. Ini bukan sekadar pelanggaran prosedur, tapi indikasi kuat adanya persekongkolan yang melanggar Pasal 22 UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat,” tegas Ramadhan.

Exit mobile version