Daerah  

MPM UHO Desak Pengamanan Jembatan Teluk Kendari

Kendari— Keprihatinan mendalam datang dari kalangan mahasiswa terhadap maraknya aksi bunuh diri yang terjadi di Jembatan Teluk Kendari. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan ikonik yang menghubungkan dua sisi Kota Kendari itu tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur, tetapi juga kerap menjadi lokasi pilihan bagi warga yang hendak mengakhiri hidupnya.

Menanggapi situasi ini, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Halu Oleo (MPM UHO) Melalui Anggota Komisi Komisi Keorganisasian Arsat mengeluarkan pernyataan resmi yang mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata dalam meningkatkan sistem keamanan dan pengawasan di area Jembatan Teluk Kendari. Mereka menilai bahwa upaya preventif sangat minim, sehingga tragedi demi tragedi terus berulang tanpa penanganan yang signifikan.

Arsat, menyampaikan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan seringnya kejadian bunuh diri yang terjadi di jembatan tersebut. Menurutnya, pemerintah seharusnya lebih tanggap dan responsif terhadap situasi ini dengan menghadirkan fasilitas keamanan seperti kamera pengawas (CCTV), penerangan yang cukup, serta penempatan petugas jaga yang siaga setiap saat.

“Jembatan Teluk Kendari bukan hanya tempat lalu lintas kendaraan dan orang, tetapi juga ruang publik yang harus dijaga keamanannya. Jika tempat ini terus dibiarkan tanpa pengawasan, maka potensi tindakan bunuh diri akan tetap ada,” ungkapnya dalam konferensi pers di kampus UHO, Minggu (1/6).

Exit mobile version