Daerah  

MPM UHO Desak Pengamanan Jembatan Teluk Kendari

MPM UHO juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap isu kesehatan mental di masyarakat. Menurut mereka, kasus bunuh diri bukan hanya soal lokasi, tapi juga tentang lemahnya sistem dukungan psikososial di lingkungan masyarakat. Mereka mendesak agar pemerintah menyediakan layanan konseling dan hotline darurat bagi warga yang membutuhkan bantuan psikologis, serta menggalakkan kampanye kesadaran kesehatan mental secara masif di sekolah, kampus, dan komunitas lokal.

Selain itu, mahasiswa juga meminta adanya keterlibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah kota, kepolisian, dinas kesehatan, hingga tokoh masyarakat untuk berkolaborasi menciptakan solusi bersama. MPM UHO siap menjadi mitra kritis dalam mendorong berbagai inisiatif pencegahan, termasuk edukasi dan pendampingan psikologis bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Jembatan Teluk Kendari yang diresmikan pada tahun 2020 lalu dengan panjang mencapai 1,34 kilometer telah menjadi kebanggaan warga Sulawesi Tenggara. Namun, dalam catatan beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden bunuh diri tercatat terjadi di lokasi ini. Hal ini memunculkan kekhawatiran yang meluas di tengah masyarakat akan kurangnya sistem deteksi dini serta respons cepat terhadap situasi krisis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Kendari belum memberikan tanggapan resmi terhadap desakan dari MPM UHO. Namun, masyarakat berharap agar suara mahasiswa ini dapat menjadi pemicu bagi pemerintah untuk segera bertindak, bukan hanya demi menjaga citra jembatan sebagai ikon kota, tetapi lebih penting lagi, untuk menyelamatkan nyawa manusia

Exit mobile version