Kendari– Visioner Indonesia mengeluarkan seruan terbuka kepada masyarakat Sulawesi Tenggara untuk memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada pasangan ASR-Hugua sebagai sosok pemimpin visioner yang siap melakukan lompatan besar dalam pembangunan daerah. Seruan ini disampaikan sebagai respons atas dinamika politik dan opini publik yang seringkali terjebak pada penilaian jangka pendek terhadap kinerja pemimpin.
Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menegaskan bahwa untuk menilai kualitas kepemimpinan seorang kepala daerah, tidak cukup hanya berpatokan pada program 100 hari kerja. Ia menyebut pendekatan semacam itu sebagai “ilusi politik jangka pendek” yang rawan menyesatkan publik.
“Dalam sistem pemerintahan berbasis perencanaan pembangunan menengah, ukuran kinerja sejati adalah bagaimana kepala daerah mampu mendorong efektivitas pelaksanaan RPJMD yang telah ditetapkan dalam Perda, serta sejauh mana capaian realisasi pendapatan dan belanja dalam APBD per tahun anggaran. Inilah tolok ukur nyata dan objektif, bukan sekadar program populis 100 hari yang cenderung simbolik dan dangkal,” tegas Akril melalui keterangan persnya, 31/5/2025.
Menurutnya, pengukuran kinerja tanpa melihat besaran dan efisiensi penggunaan anggaran hanyalah narasi kosong. Anggaran publik adalah cerminan dari kebijakan prioritas. Tanpa evaluasi berbasis anggaran, tidak mungkin bisa diketahui sejauh mana OPD bekerja efektif dan seberapa kuat koordinasi kepala daerah dalam menggerakkan mesin birokrasi.
