“Target yang dicanangkan ambisius, tetapi perlu diimbangi dengan penambahan perangkat dan infrastruktur. Kami berharap pemerintah pusat dan daerah mendukung penuh upaya ini, baik dari sisi anggaran maupun pengadaan teknologi,” tambahnya.
Pendidikan dan Sosialisasi kepada Masyarakat
JAN juga mendorong Ditlantas Polda Metro Jaya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mekanisme E-TLE dan Cakra Presisi, termasuk cara konfirmasi tilang melalui laman resmi.
“Penting untuk memastikan masyarakat paham bagaimana sistem ini bekerja, terutama untuk menghindari kebingungan dalam proses konfirmasi atau pembayaran denda tilang,” tegas Romadhon.
JAN memberikan apresiasi penuh terhadap penerapan Cakra Presisi sebagai langkah maju dalam reformasi penegakan hukum lalu lintas. Sistem ini, jika dikelola dengan baik, tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tetapi juga menciptakan budaya disiplin berlalu lintas yang lebih baik.
“Kami percaya Cakra Presisi adalah model transformasi digital yang dapat menjadi contoh untuk sektor lain di Indonesia,” pungkas Romadhon.
