JAKARTA – Founder Visioner Indonesia 45 (VI45), Akril Abdillah, menilai seruan “Buy Indonesia” yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional.
Menurut Akril, di tengah dinamika pasar keuangan yang dipengaruhi berbagai faktor global dan domestik, Indonesia perlu menjaga optimisme dengan tetap mengedepankan fundamental ekonomi, konsistensi kebijakan, serta kepercayaan investor.
“Seruan Buy Indonesia mengandung pesan bahwa kepercayaan terhadap ekonomi nasional perlu terus dijaga. Di tengah dinamika pasar modal, kita perlu memperkuat keyakinan terhadap potensi Indonesia, sekaligus memastikan bahwa fundamental ekonomi dan tata kelola pasar keuangan terus dibenahi,” ujar Mahasiswa Program Doktor UPI YAI di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Ia menilai, pesan Dasco mengenai kebersamaan dan fundamental ekonomi relevan dengan upaya menjaga stabilitas pasar modal. Kepercayaan investor, menurutnya, tidak hanya dibangun melalui optimisme, tetapi juga melalui kepastian regulasi, transparansi, dan kebijakan yang mampu memberikan rasa aman bagi pelaku pasar.
Akril berpandangan, pasar modal merupakan bagian penting dari ekosistem perekonomian nasional. Karena itu, menjaga stabilitas bursa bukan semata-mata kepentingan investor, melainkan juga berkaitan dengan iklim investasi, ekspansi dunia usaha, dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
“Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diterjemahkan menjadi kepercayaan pasar, investasi produktif, dan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Akril menilai penguatan investor domestik menjadi salah satu agenda yang patut diperhatikan dalam membangun pasar modal yang lebih tangguh. Partisipasi masyarakat dan institusi dalam negeri diharapkan semakin berkembang, sehingga pasar modal Indonesia memiliki basis investor yang lebih kuat.
Namun, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tetap harus disertai dengan perlindungan investor, keterbukaan informasi, serta pengawasan yang efektif agar kepercayaan terhadap bursa dapat tumbuh secara berkelanjutan.
