Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan mengedepankan semangat kolaborasi dengan HMI Cabang Kendari, perguruan tinggi, organisasi profesi advokat, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat sipil dalam membangun budaya hukum yang berkeadilan.
Selain itu, LKBHMI di bawah kepemimpinan Alfansyah akan memfokuskan program kerja pada penguatan kapasitas kader melalui pendidikan dan pelatihan bantuan hukum, kajian konstitusi, penelitian hukum, pendampingan masyarakat, litigasi maupun nonlitigasi, serta pengawalan terhadap berbagai isu strategis yang berkaitan dengan demokrasi, hak asasi manusia, investasi, lingkungan hidup, dan tata kelola pemerintahan di Sulawesi Tenggara.
Terpilihnya Alfansyah juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan LKBHMI Cabang Kendari sebagai lembaga otonom HMI yang mampu melahirkan kader-kader hukum yang profesional, berintegritas, serta memiliki keberpihakan terhadap nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan keadilan sosial.
Melalui kepemimpinan baru ini, LKBHMI Cabang Kendari berkomitmen untuk terus menjadi mitra kritis sekaligus mitra konstruktif bagi pemerintah, lembaga penegak hukum, dan masyarakat dalam mewujudkan supremasi hukum serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan hukum di Sulawesi Tenggara.
